the Ciputra way

kampus universitas Ciputra


Kick Andy 23 oktober 2008 menghadirkan Ciputra, Sugiharto, dan Titik Puspa. Arsitekturiners pasti akrab dengan mereka, khususnya dengan tokoh yang satu ini, Ciputra. Kick Andy pun membahas perjalanan hidup Ciputra. Pak Ciputra yang masih gagah ini lahir 77 tahun lalu di Gorontalo. Pada masa sulit penjajahan, ada momen tak terlupakan ketika Pak Ciputra melihat bapaknya digelandang jepang karena dituduh sebagai mata-mata Belanda. Sambil melambaikan tangan kepada ibu dan kedua kakaknya,ternyata itulah perjumpaan terakhirnya dengan sang bapak. Kabar yang didengar Ciputra dua bulan kemudian ternyata sang bapak telah meninggal di penjara Jepang. Peristiwa perpisahan dengan bapaknya yang emosional tersebut meninggalkan kesan yang mendalam dan melecutkan semangat Ciputra muda untuk bangkit demi masa depan dan mengangkat kehormatan keluarga. Karena situasi kala itu yang tidak menguntungkan , pak Ciputra pernah 3 tahun tinggal di kelas 2 SD, karena berpindah - pindah sekolah, dari sekolah Belanda, Sekolah Jepang, dan Sekolah Tionghoa.Lucunya, pak Ciputra telah berumur 12 tahun ketika duduk di kelas 2 SD itu !

Lulus SMA, Ciputra muda merantau ke Jawa dan diterima di arsitektur ITB. Ketika lulus , membuka konsultan arsitektur bersama dua temannya di sebuah garasi. Mulai saat itu karir Ciputra semakin berkembang antara lain melalui proyek revitalisasi kota Jakarta pada masa gubernur Ali Sadikin dan mendirikan Jaya Ancol.

Ketika Andy F Noya bertanya, mengapa hampir semua pemilik mall adalah dari etnis Tionghoa ? pak Ci menjawab, karena etnis Tionghoa suka berdagang dan usaha. Kaum Tionghoa memiliki kultur berdagang dan berwirausaha. Hal ini telah "mendarah daging", sehingga sejak kecil anak dari kaum Tionghoa telah berada dalam kultur berdagang dan wirausaha. Bahkan pak Ci berkata ( mungkin seperti warga tionghoa lain) bahwa ia lahir di ruko, bangun tidurpun yang dilihat pertama kali adalah barang dagangan di toko bapaknya.

Kemudian pak Ci menekankan hal yang menjadi kegelisahannya adalah masih sedikitnya jumlah wirausahawan (entrepreneur) di Indonesia. Di negara kita, jumlah wirausahawan sekira hanya 400.000. Prosentasinya sangat kecil dibandingkan prosentase wirausahaan di negara - negara maju. Kaum wirausahawan adalah penggerak perekonomian suatu masyarakat dan negara. Setiap tahun angkatan kerja akan bertambah, termasuk lulusan perguruan tinggi.Hal ini akan membawa masalah serius apabila pengangguran membengkak dari tahun ke tahun. " saya ingin mahasiswa berani berwirausaha ketika lulus kuliah" imbuhnya, sambil memberikan resep dalam berwirausaha adalah kerja keras, pantang menyerah, dan yakin akan mencapai keberhasilan. ".. dan wirausaha bukan turunan, tetapi bisa dipelajari dan dipraktikkan, jadi bukan cuma keahlian etnis tertentu.." , tambahnya lagi. sebagai bukti obsesinya mencetak wirausahawan muda adalah pak Ci mendirikan Universitas Ciputra di Surabaya yang khusus mencetak wirausahawan muda. Well done pak Ci !

1 comment:

gideon at: 21 April 2009 00.28 mengatakan...

ga da 1 % enterpreneur di Indonesia, di singapura 2.5%... mungkin di indonesia malahan mending pada nyaleg aj tuch

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"sorry this web under maintenance"