Tampilkan postingan dengan label indonesian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesian. Tampilkan semua postingan

Jakarta Architecture Triennale 2012



Jakarta Architecture Triennale merupakan acara tiga tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta (IAI Jakarta) yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2009. Pada tahun ini, JAT akan diadakan di berbagai titik ruang publik kota Jakarta dan mencapai puncaknya pada bulan Oktober.

Semangat umum yang diangkat pada tahun ini adalah Architect for People dan tema khusus Towards Jakarta 2045. Tujuan acara ini adalah untuk memperkenalkan profesi arsitek dan karya arsitektur kepada masyarakat serta peran kehadiran keduanya dalam kehidupan masyarakat. Acara ini akan melibatkan seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang bidang/profesi untuk peduli terhadap kondisi kota Jakarta. Kepedulian tersebut dapat berwujud ide, saran, serta impian mereka terkait masa depan kota Jakarta, khususnya di tahun 2045, yang bertepatan dengan seabad usia kemerdekaan negara Indonesia tercinta.

Target peserta dari acara ini adalah berbagai kalangan masyarakat, dari yang berkaitan dengan profesi arsitek secara langsung (badan/lembaga, perseorangan, dan sebagainya) hingga masyarakat umum dengan estimasi pengunjung mencapai sekitar 500.000 orang. Pada kesempatan kedua ini, JAT mencoba membuka kesempatan bagi semua orang dan kalangan untuk saling bersinergi, belajar, bercerita dan berinteraksi dengan profesi Arsitek dan karya arsitektur.

info lengkap silahkan klik JAT 2012

Baca selengkapnya »

Andra Matin: Sebuah Sekuel




Pameran Arsitektur

Andra Matin: Sebuah Sekuel



02-27 Agustus 2012
Dia.Lo.Gue Artspace
Jl. Kemang Selatan 99A
Jakarta 12730



Kurator: Avianti Armand
Penata Artistik: Davy Linggar



Jongbincang!: Andra Matin
11 Agustus 2012, pukul 16.00-18.00 WIB
Moderator: Avianti Armand



Diskusi Pameran
15 Agustus 2012, pukul 19.00 WIB
Pembicara: Riri Riza, Ismael Reza, Avianti Armand
Moderator: Henry Gunawan



Pemutaran Film Arsitektur
25 Agustus 2012, pukul 19.00 WIB



Peluncuran Buku Andramatin
Diskusi Buku dan Penutupan Pameran

27 Agustus 2012, pukul 19.00 WIB

Pembicara: Goenawan Mohamad, Sonny Sutanto, Astrid Susanti, Wiyoga Nurdiansyah
Moderator: Henry Gunawan




Baca selengkapnya »

Museum Transportasi TMII

Siapa yang nggak tau Taman Mini Indonesia Indah (TMII)? Mari kita bahas sekilas, TMII merupakan miniatur dari indonesia ya dicetuskan oleh Ibu Tien Suharto pada 13 Maret 1970. didalam TMII in terdapat anjungan dari semua propinsi di indonesia yang menggambarkan keanekaragaman budaya indonesia. sekain itu di TMII juga terdapat berbagai museum, miniatur kepulauan Indonesia, kereta gantung, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku. kali ini untuk menyambut Hari Angkutan Nasional (24 April) maka kami membahsa museum transportasi yang juga terdapat di TMII ini.


Menarik, saat dibangun dulu tentu bangunan ini sudah sangat hi-tech dengan mengespos strukturnya. tatanan massa bangunan juga sangat menarik. Sebagai museum transportasi tentunya bangunan ini harus mengakomodasi isi museum yang berupa alat transportasi darat laut maupun udara yang tentu saja berukuran besar. Bentuk massa dibuat "melayang" dengan kantilever yang ditarik ke tengah bangunan alhasil materi museum yang berupa kendaraan kecil hingga bus bertingkat bisa terakomodir dibawahnya. Kecuali pesawat garuda yang memang bisanya ditaruh di taman luar karena ukurannya yang besar.



Museum ini sangat menarik, mendidik dan layak diperhatikan karena memang perawatannya terlihat kurang, memang perlu direstorasi dan dikelola lebih baik.

sumber dari sini, sini dan lokasinya disini
Baca selengkapnya »

Indonesian Architecture Public Exhibition 2012, Den Haag, the Netherlands

Pada 29 Maret - 1 April 2012 lalu telah terlaksana pameran Indonesian Architecture Public Exhibition 2012 di acara  'Pasar Malam Indonesia 2012' Den Haag Malieveld. Terseleksi 122 karya kategori arsitek profesional dan 42 karya kategori mahasiswa. Acara ini terlaksana berkat kerjasama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag dengan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) yang diwakili oleh IAI-EU (Ikatan Arsitek Indonesia- Uni Eropa di Rotterdam) dan Archicentrum (Jakarta).













































foto: Istimewa dari panitia (Archicentrum)
beberapa karya yang masuk bisa dilihat disini







Baca selengkapnya »

(Sebagian) Proyek Konstruksi di Semarang

 Best Western candi



 Best Western Star Hotel




 Holiday Inn Express




 Homs Hotel



 Mutiara Garden Apartment



 Suara Merdeka Office Tower




Rumah Sakit Telogorejo




Baca selengkapnya »

The Twin Flame Pertamina Tower, FEB UGM



roof top
ini dia sudah jadi lho..
Menara ini berada di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Boleh jadi bangunan 8 lantai ini akan mengubah view UGM yang selama ini didominasi bangunan "modern" dan cenderung monoton.

Data Pertamina Twin Flame Tower :

 The Twin Flame Pertamina Tower
Faculty of Economics n Business UGM

Consultant : PT. Sandhika
Principal Architect: R.B.B. Diwangkoro,IAI
Project Team Leader : Gurun Setiadi MM, IAI
3d rendering : Rizal Bayu Ramadhan, M. Bagus Restuadhi

8 Storey Building,
Height : 45 m
Finishing ACP, Natural Stone
Roof Garden in roof top

via diwangkoro
Baca selengkapnya »

Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel Yogyakarta




Pada masa peak season, wisatawan yang berkunjung di Yogyakarta sering tidak mendapat kamar hotel. Nah hal ini mungkin akan segera menjadi cerita lama. Berdasarkan catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY,  terdapat 14 hotel baru yang beroperasi 2011 di Yogyakarta. Sebagian sudah launching, seperti Royal Ambarrukmo, Grand Aston, dan Merapi Merbabu. Saat ini jumlah hotel berbintang di Yogyakarta tercatat 40 buah dengan jumlah kamar 3.080 kamar. Sedangkan hotel non-bintang 417 buah dengan 7.300 kamar. Tahun 2012 ini setidaknya ada 14 proyek hotel yang dikerjakan di Yogyakarta. yang sudah beroperasi salah satunya adalah Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel. Untuk proyek - proyek lainnya insya Allah akan kita update. Maju terus pariwisata Indonesia :)

Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel
pics via skyscrapercity
Baca selengkapnya »

HUNTARA, Magelang



Komplek ini merupakan hunian sementara untuk korban lahar dingin imbas letusan gunung Merapi. Berlokasi di Dusun Sudimoro, Desa Adikarto, Muntilan, Magelang. Terdiri dari 10 bangunan berbentuk rumah panggung, masing-masing berukuran 4x6 meter persegi, menempati lahan seluas 1.500 meter persegi, dan menghabiskan dana Rp 150 juta. Komplek ini terbangun hasil kerjasama UGM dengan organisasi GP Ansor, dipimpin oleh Arsitek dari UGM Dr. Ir. Pradipto, dan dibantu 30 mahasiswa nya mereka mengerjakan langsung selama 1,5 bulan. Menurut Pradipto, bangunan huntara ini dapat dimanfaatkan hingga lima tahun, bahkan juga tahan terhadap terpaan hujan, angin, dan gempa. 

Sumber dari UGM dan sini 
Ada jg yg share proses pembangunannya disini
Baca selengkapnya »

Alila Villas, Uluwatu



kawasan villa ini dirancang oleh WOHA dengan mengikuti kontur asli. Alhasil box-box villa yang tersebar ini masing-masing memiliki view kearah Samudera Hindia. Inhabitat pun memilih villa ini sebagai satu dari 7 Gorgeous Eco Resorts For a Green Escape.  

via inhabitat

Baca selengkapnya »

Rumah Cantik Menteng

Rumah yang mendapat predikat "cantik" ini sedang ramai dibahas karena kondisi sekarang sudah setengah roboh, beberbeda dengan kondisi sekitar setahun yang lalu yg masih asri. Dan memang menjadi ramai dibahas bukan karena hancurnya cagar budaya namun awalnya karena ada gosip tentang rmh ini yang katanya dibeli oleh anak dari presiden Republik Indonesia yang baru menikah beberapa saat yang lalu. Kami coba merangkum dari beberapa sumber tentang rumah ini...

Rumah ini terletak di Jalan Cik Dik Tiro Nomor 62, Menteng, Jakarta Pusat, terkenal dengan keindahan dan keasrian tamannya. Dibangun pada 1932, rumah seluas 350 meter persegi itu--lahannya 863 meter persegi--tak jauh beda dengan arsitektur aslinya. Atapnya yang bergaya wolfdak masih dipertahankan. Kusen berserta daun pintu dan jendelanya yang jati tak pernah diganti sejak pertama didirikan. Karena keindahannya, orang-orang menyebutnya “rumah cantik”.

Pemilik lama, Sri Supatmo Sari Shudiono, mulai menghuni rumah itu pada 1958, beberapa bulan setelah menikah dengan Shudiono, seorang pengusaha. Shudiono memperoleh rumah itu dari NV Versluis, seorang Belanda, setelah mengantongi vestigingbewijs (VB) atau surat izin perumahan. Versluis bukan pemilik pertama rumah itu. Pemilik aslinya adalah Mansvield, juga seorang Belanda. Sebelum berpindah tangan ke Versluis, rumah itu ditempati keluarga Elmer, orang Swiss.

Sejak akhir 1960-an, Sari Shudiono gemar mengisi rumahnya dengan perabot-perabot antik. Ini menambah suasana indies rumah itu. Tengoklah Harian Indonesia Raya terbitan 11 Februari 1970. Sari membanggakan lampu teplok kuno yang dibelinya dari pedagang loak di Jalan Surabaya. Ada pula sofa dengan ukiran zaman Daendels yang ditebusnya dari Jalan Jaksa. “Biasanya orang menduga bahwa barang-barang antik teramat mahal harganya.... Tetapi sebenarnya tidak, justru murah sekali, asal tahu di mana membelinya,” kata Sari dalam koran tersebut.

Rumah itu dari dulu menjadi obyek tulisan. Pelbagai koran-–sebagian terbitan luar negeri, majalah, tabloid, bahkan katalog tanaman pernah mengulasnya. Dari foto kuno yang dilihat Tempo, bangunan rumah hanya sedikit sekali diubah: misalnya pada model jendela luar. Dulu, di sekeliling kusen dihiasi ornamen.

Lantaran keindahannya, tak jarang rumah itu jadi tempat syuting, mulai dari film, sinetron, iklan, hingga video klip. Film asmara Kabut Sutra Ungu yang dibintangi Jenny Rachman dan Roy Marten pada 1979 berlatar rumah ini. Demikian pula miniseri Dunia Tanpa Koma. Penyanyi Chrisye dulu kerap membikin video klip di sini. Paling gres, pengambilan video klip Perih Cintaku-nya Marcel yang dibintangi pesinetron Arumi Bachsin. (sumber: Tempo)

Kompas juga melansir bahwa sebenarnya, pemilik terdahulu dari "Rumah Cantik" ini, yakni Sari Shudiono, sangat paham sekali merawat rumahnya yang unik tersebut. Namun, karena alasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sangat tinggi hingga Rp 16 juta, akhirnya rumah tersebut dijual.
Dewi pun menuturkan, terkait masalah pajak yang tinggi, pemilik dapat mengajukan keringanan pajak sampai 40 persen. Namun, hal itu harus dilengkapi syarat bahwa bangunan tersebut terlihat dilestarikan.

Sebagai bangunan cagar budaya sebenarnya sudah ada penggolongan kelas tentang penanganannya seperti yang telah dibahas oleh Marco Kusumawijaya sebagai berikut: Sebuah bangunan yang dinyatakan cagar budaya golongan A berarti tidak boleh diubah sama sekali. sedangkan golongan B dan C yang lebih ringan. Kelas C berarti Anda boleh menghancurkan bangunan lama, dan membangun bangunan baru tetapi dengan “semangat Menteng”. Dan rumah ini sebenarnya masuk golongan C. Dalam tulisannya Marco Kusumawijaya memberikan "jalan keluar" untuk penanganan bangunan cagar budaya (bukan hanya untuk rumah ini saja) yaitu kalau berani menggolongkan bangunan jadi A, maka pemerintah atau publik harus siap membelinya, misalnya dengan suatu dana abadi seperti di AS. Untuk golongan B, pemerintah atau publik harus memberikan subsidi pemeliharaan atau insentif lainnya (atas nama kepentingan publik). Untuk kelas C, sama seperti pada umumnya: tegakkan aturan dengan disiplin dan terbuka.

Merangkum dari sini, sini, sini, dan sini juga

Baca selengkapnya »

runtuhnya jembatan kami


wah jembatan kebanggaan warga kalimantan timur ambruk. sepertinya ini merupakan musibah struktur yang besar di Indonesia. sedihnya beberapa korban masih belum diangkat dari dasar sungai. bagaimana perencanaan jembatan mahakam II ini? sedikit ilmu kalau penasaran...

Jembatan Mahakam II adalah merupakan bagian integral dari pola jaringan jalan lintas Kalimantan yang akan mendukung proses tengah lintas antar propinsi, antar kabupaten dalam propinsi Kalimantan Timur dan jaringan jalan antar Kecamatan di Kabupaten Kutai. Membentang di atas sungai Mahakam membelah kota terletak di kawasan Barat kota Tangerang, kini sedang dalam penyelesaian dan diharapkan sudah dapat berfungsi akhir tahun 2000 ini.
Peran jembatan Mahakam II sangat mendukung pengembangan pembangunan melalui sistem Wilayah Pembangunan Terpadu (WPT) di Kalimantan Timur dimana, Tangerang merupakan pusat Pengembangan Wilayah yang meliputi 10 Kecamatan, sebagai kawasan WPT 3.
Seperti yang diungkapkan oleh Ir. Heru Djamitko, MM, Kepala Wilayah PT. Hutama Karya untuk wilayah Jawa Tengah, Yogya dan Kalimantan di Jakarta Agustus lalu, pembangunan jembatan tersebut diharapkan selesai bulan Nopember 2000. Permasalahan yang dihadapi PT. Hutama Karya sebagai Kontraktor hanya karena keterlambatan pesanan 38 buah kabel Suspension dari Kanada yang baru akan tiba dalam waktu dekat ini di Tangerang.
Berdasarkan jadwal perencanaan pembangunan jembatan mahakam II ini selesai tahun 1998 lalu. Akan tetapi baru selang setahun pelaksanaannya harga-harga satuan komponen material untuk jembatan konstruksi Suspension (Austria) sangat terpengaruh oleh terjadinya krisis moneter akhir tahun 1997. Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akibat krisis moneter tersebut mengakibatkan harga satuan material dalam negeri maupun nilai bayar sebagian komponen jembatan yang sudah dipesan utamanya dari Kanada mengalami kenaikan.
Jembatan Mahakam II merupakan jembatan besar kedua di sungai Mahakam setelah jembatan Mahakam I di kota Samarinda. Sungai Mahakam yang merupakan jalur pelayaran dalam frekwensi tinggi melewati bawah jembatan Mahakam I, pilar jembatan sering tertabrak ponton karena ruang jalur pelayaran kurang mencukupi lebar di bawah jembatan.
Guna mencegah kejadian seperti itu Mahakam II dirancang untuk konstruksi yang didukung elemen kabel dalam bentuk konfigurasi sistem Suspension. Konstruksi Suspension merupakan suatu sistem struktur bangunan atas yang ringan dan kuat, dimana sistem lantai kendaraan berupa rangka baja yang juga berfungsi sebagai rangka pengaku digantung ke sistem kabel yang ditumpu pada dua buah tower melalui hanger.
Penggunaan type konstruksi Suspension, dapat meningkatkan keamanan struktur jembatan terhadap resiko tabrakan ponton, karena penggunaan pilar-pilar lebih sedikit dari konstruksi jembatan Mahakam I.
Jembatan Mahakam II menggunakan rangka baja type 45 A Bukaka, setara dengan rangka baja Austria. Panjang seluruhnya 580 meter, bentang utamanya 270 meter yang terdiri dari bentangan 45 meter sebanyak 6 buah dengan flanking/side span masing-masing 100 meter pada kedua sisi tower. Sedang pada sisi luar jembatan terdapat jembatan pendekat yang memiliki bentang masing-masing 55 meter pada kedua ujung jembatan.

selanjutnya bisa dibaca  via  kemenPU, scribd. pic via sinih
Baca selengkapnya »

TANAH TEDUH

Satu kawasan seluas 1,9 hektar dan dibangun 20 unit rumah dan hanya menebang satu buah pohon diantara puluhan lainnya. yang lebih menarik lagi karna rumah-rumah tersebut didesain oleh arsitek-arsitek kesohor Indonesia yaitu Adi Purnomo, Ahmad Djuhara, Andra Martin, Antony Liu, Eko Prawoto, Ferry Ridwan, Tan Tik Lam, Wendy Djuhara, Yori Antar, dan Zenin Adrian. Konon kabarnya kawasan yang berlokasi di Jati Padang, Pasar Minggu dan telah dibangun sejak 2007 ini sudah di launching 25 Juli 2011 lalu. Tinggal kita tunggu kapan kawasan tersebut selesai secara total. Berikut beberapa image dan videonya yang telah diunggah awal oktober lalu.

foto lain bisa dilihat disini  dan disni
Baca selengkapnya »

Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR RI





nah... ini gambar rencana pembangunan gedung DPR terbaru...
Tempointeraktif menyoroti bahwa anggaran pembangunan monorail yang sekitar US $ 400 juta terlalu kecil, seharusnya dialokasikan sebesar 600 juta dolar AS atau sekitar Rp6 triliun. Itu kan bisa diamortisasi hingga 4 tahun, jadi butuhnya sekitar Rp1,5 triliun per tahun. Dana itu bisa saja dipenuhi dari dana pembangunan gedung DPR yang pada tahun pertamanya saja membutuhkan Rp 1,16 triliun.

bagaimana pendapat panjenengan.....
:)

baca lebih lanjut disini atau disini
Baca selengkapnya »

10 mega proyek di Indonesia

Yang ini versi indonesiatop

Coastarina (batam)

Sundial (jam matahari) Pontianak
Center Point Of Indonesia
Biak space port

Terusan Sulawesi
Surabaya Sport Center (SSC)


Menara Jakarta

Mega Proyek Universitas Indonesia (UI)
Jembatan Selat sunda
Reaktor Nuklir Muria
silahkan klik pada masing2 proyek untuk info lebih lanjut.
dan silahkan berkomentar mengenai desain2 nya... sip...
Baca selengkapnya »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Checkpagerank.net
"sorry this web under maintenance"